Saya ngerasa dikerjain sama chef Dandito Bali, Selasa (9/2) sore. Saking kreatifnya sang juru masak, saya sampai dibuat ketawa sendiri. Untung saat itu restoran yang terletak di jalan Raya Kuta no 47, Badung, Bali, itu lagi enggak banyak orang. Andai sedang ramai, saya bisa dikira orang aneh.

Cerita bermula ketika pesanan saya terhidang di atas meja. Kala itu saya memesan nasi goreng seafood. Selera makan yang tadinya membuncah langsung drop sewaktu melihat tampilannya. Di atas piring itu, tersaji sebongkah nasi goreng yang sudah dicetak yang mana bagian atasnya diberi telur mata sapi. Di sampingnya terdapat lalapan segar untuk mempercantik warna.

Sebagai pecinta sekaligus pemerhati kuliner, hal itu jelas aneh. Terlalu sederhana dan terkesan minimalis. Apalagi restoran yang saya kunjungi ini bukan sembarang tempat makan. Rumah makan kelas premium bintang lima. Tapi ya sudah lah, mungkin keistimewaannya terdapat pada cita rasanya, gumam saya berbaik sangka. Toh aroma harumnya mampu membuat nafsu makan saya kembali naik.

Puas memandangi tampilan beserta aromanya, langkah selanjutnya saya memindahkan posisi telurnya. Dan di sanalah letak keterkejutan saya! Ternyata oh ternyata, di antara telur dan nasi disisipi potongan daging kepiting yang disuwar-suwir! Melihat hal itu, bagaimana saya tidak ketawa? Sudah barang tentu saya jadi girang setengah mati. Nafsu makan langsung mentok ke level teratas.

KEJUTAN: Suwiran daging kepiting yang bersembunyi di balik telur mati sapi Nasi Goreng Seafood Dandito.

KEJUTAN: Suwiran daging kepiting yang bersembunyi di balik telur mati sapi Nasi Goreng Seafood Dandito.

Sesendok nasi goreng mendarat mulus di lidah. Sensasi rasa yang saya tangkap adalah dominan manis. Disusul kemudian gurih dan rasa asin. Sepertinya, perpaduan rasa saling susul-menyusul itu sudah menjadi ciri khas menu Dandito. Adapun tekstur butiran nasinya terasa empuk, tidak kering seperti nasi goreng pada umumnya. Di dalam bongkahan nasi, terdapat udang dan potongan cumi. Ada pula irisan daun bawang yang dipotong bulat tipis. Pemeran utama hidangan nasi goreng seafood ini, tentu saja suwiran daging kepiting. Porsi daging kepitingnya tidak pelit. Sesuai dengan porsinya. Sungguh pengalaman santap sore yang berkesan. Amat disayangkan kalau Anda tidak mencicipi hidangan satu ini.

Ini kali kedua saya bertandang ke restoran Dandito Bali yang terletak di jalan Raya Kuta no 47, Badung, Bali. Patokannya, kalau Anda datang dari persimpangan traffic light Imam Bonjol – Sunset Road, jaraknya sekitar 200 meter, kanan jalan. Sebaliknya, kalau datang dari arah Kuta letaknya bersebelahan persis dengan restoran The Banjar. Apabila Anda bermalam di Holiday Inn Express lebih gampang lagi. Bisa ditempuh dengan berjalan kaki tak sampai 5 menit.

Bulan Desember lalu, saya bersama Kompasianer Casmudi dan WinWanNur sempat disuguhi berbagai hidangan olahan seafood. Mulai dari kepiting lada hitam, kepiting soka, sup kepiting asparagus, cumi cabai hijau, sampai udang galah goreng mentega.

Melayani Paket

Bagi Anda yang tak ingin pesan menu terpisah, Dandito Bali juga menawarkan hidangan sistem paket. Adapun paket yang dimaksud adalah:

*. Paket Rp 30.000 ==>> Nasi, Sup Ikan, Tahu Tempe dan Air Minum Mineral.

*. Paket Rp 50.000 ==>> Nasi, Sup Kepiting, Ikan atau Ayam, Cumi Cabai Hijau, Lalapan dan Air Minum Mineral.

*. Paket Rp 90.000 ==>> Nasi, Kepiting, Sup Kepiting, Cah Kangkung dan Air Minum Mineral.

Naaahh, tunggu apa lagi? Bagi para penggemar hidangan seafood khususnya kepiting, kalau liburan ke Bali bersama anggota keluarga maupun urusan bisnis, jangan lupa singgah ke Dandito Bali.

Source : Kompasiana (Darwin Arya)