NAMA Rudy Setiawan sangat lekat dengan Restaurant Kepiting Dandito. Ia perintis dan pemiliknya. Pak Rudy Dandito, begitu ia lebih dikenal. Melewati proses jatuh bangun berkali-kali, kehabisan modal, sampai akhirnya apa yang dirintis pria berkacamata ini sukses besar beberapa tahun belakangan ini.

Kini, Dandito selalu ramai. Menjadi ikon seolah ‘belum ke Balikpapan jika belum singgah ke Dandito‘, dan menjadi salah satu Restaurant terbaik dan tersukses di Kota Minyak.

“Ada 10 kali saya gagal. Mungkin lebih. Mencoba ini-itu, tidak berhasil. Sampai kemudian saya putuskan mengolah menu kepiting. Itu pun tidak langsung diterima warga, banyak lika-likunya juga,” kisah ayah dua anak ini.

Rudy menjajaki bisnis setelah ia memutuskan berhenti dari pekerjaannya. Sebelumnya, ia adalah karyawan salah satu perusahaan minyak di Kaltim. Rudy mencoba berbagai bisnis, dari bisnis kafe, menjual kulit sapi, membuka warnet, berjualan nasi pecel, nasi campur, sate, aneka menu nusantara, dan lainnya. “Semuanya gagal,” kenangnya.

Kegagalan demi kegagalan membuat finansialnya menipis. “Saya pinjam uang ke sana kemari, sampai menggadaikan perhiasan mertua, tapi keadaan juga belum membaik,” serunya.

Rudy tidak mau menyerah. Ia berpikir, kalau ia berhenti berusaha, ia juga akan menyeret anak dan istrinya hidup menderita. Hidup harus terus berjalan. “Tapi bagaimana kalau jatuh terus?” pikirnya.