PENGUSAHA GEREGETAN TAK KUNJUNG ADA SOLUSI

Apa yang dilakukan Rudy Setiawan, owner Restoran Dandito ini patut ditiru para pengusaha. Daripada hanya protes dengan pengelolaan objek wisata di Balikpapan, Rudy memilih berbuat untuk perubahan. Bahkan, dia mampu menjadi solusi atas pembangunan jalan baru masuk ke Pantai Manggar yang selama ini berlarut-larut terganjal pembebasan lahan.

Seperti diketahui, jalan masuk ke Pantai Manggar selebar sekitar 24 meter di samping Polsek Balikpapan Timur tak kunjung selesai. Padahal, kondisi jalan masuk yang ada sekarang sudah tak layak melihat animo kunjungan masyarakat setiap tahunnya. Namun, jalan baru tersebut dipastikan akan segera terhubung dalam waktu dekat.

Ya, Rudy berhasil membebaskan lahan milik masyarakat seluas 578 meter yang selama ini jadi kendala. Dia menggunakan uang pribadi dan mewakafkan tanah itu untuk pemerintah kota. Camat Balikpapan Timur Said Iqbal Yahya mengatakan, melalui mediasi dan musyawarah, warga mau melepas tanah tersebut kepada Rudy.

Namun, baik Iqbal maupun Rudy enggan membahas mengenai nominal uang yang digelontorkan. Jalan yang disumbangkan untuk fasilitas umum masyarakat itu selanjutnya akan diberi nama Dandito Street. “Sedang kami usahakan agar dapat diresmikan secepatnya dan pembuatan pelang nama Dandito Street segera dipasang,” ucap Iqbal.

Dihubungi melalui telepon, Rudy yang tengah sibuk hanya mengatakan lahan itu telah dia wakafkan kepada pemerintah agar bisa dimanfaatkan sebaik mungkin. Dia mengaku cukup geregetan. Sekian lama tidak ada solusi, dia pun mengambil inisiatif sendiri. Terlebih pria yang doyan melakukan paralayang ini sering kali kesulitan saat melakukan flight dengan run terbatas bersama teman-teman sehobinya.

“Murni diwakafkan bukan untuk urusan bisnis. Agar mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan perekonomian warga yang tinggal di daerah tersebut,” kata Rudy.

Ucapan terima kasih disampaikan Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan Oemy Facessly. Dia menambahkan, jalan diperuntukkan bagi pengendara bus, yang mampu memuat 40 bus. Dengan dibangun tiga pos tiket. Keberadaan jalan masuk tersebut mampu mengurangi kemacetan, karena setiap tahun sewaktu libur Lebaran, dalam sepekan ada 80-150 ribu pengunjung yang datang.

“Nanti jembatan kayu yang berada di dalam kami jadikan tempat parkir. Pengunjung pun tinggal berjalan kaki yang tak jauh dari sana menuju pantai,” pungkasnya.

Source: Kaltim Post